Si Hafiz akhir-akhir ini merasa kehilangan bundanya ketika tidak berada disampingnya. Baik itu ketika masak, setrika baju atau cuci piring. Hafiz sedang mau ditemani bunda, mungkin itu yang ada di benaknya. Ketika saya masak, Hafiz akan berada disamping saya bermain wajan, cobek dan piring. Ketika saya setrika baju Hafiz ada dibelakang saya bermain truck, karena kamar setrika jadi satu dengan kamar bermainnya. Sampai-sampai ketika saya “nyupir” aka nyuci piring, rok pun ditarik supaya menemani dia bermain. Jadi selama tidak ada ayahnya bunda seorang yang jadi teman main si Hafiz.
Balita 22 bulan
ini pun lebih sering merengek dan menangis ketika keinginannya tidak terkabul.
Contoh hendak ikut masuk kamar mandi ketika bundanya pipis. Padahal dari luar
kamar mandi sudah diteriakin stop nak, licin, jangan kesini. Eh malah dianya
makin mendekat sambil merengek. Wal hasil pipis sering tidak khusyuk.
Yap siang itu
perut berasa mules. Merasa si Hafiz asyik dengan mainannya saya tinggal ke
kamar mandi. Niatnya pipis karena mules lanjut pup. Sekali mengejan, lah kok si
Hafiz sudah berdiri di depan kamar mandi. Akhirnya saya putuskan untuk menunggu
ayahnya Hafiz pulang kantor nanti malam. Masa iya bawa anak ke wc pas pup :X
Hari berganti sore, rasa mulas melanda tak
tertahan. Bergejolak dan berontak minta dikeluarkan. Didahului dengan rentetan
bunyi dut dut sampai bret ebret ebret. Berbagai macam cara pengalih
perhatiannya Hafiz saya lakukan.
Langkah 1 : bukakan kaleng monde
kesukaan. Harapan semoga dia lupa saya kemana. Setelah kaleng monde dibuka dan
memilih jajanan yang disuka, si Hafiz tetap menggandengku untuk duduk
disampingnya. Result failed. Duh
gusti rentetan bunyi sudah makin sering semoga tidak sampe kecirit.
Langkah 2 : langkah pamungkas.
Setelkan acara favoritnya the boss baby. Setelah acara dimulai Hafiz tampak
berdiri mendekat ke arah tv. Hitungan sampai 10 kumulai, berharap tidak
mencariku. Ok sepuluh dan dia asyik melihat layar TV warna-warni. Saatnya buang
hajat yang tertunda. Alhamdulillah fabiayi ‘ala irobbikumu tukadziban. Lega dan
plong. Terima kasih nak
sudah menjadikan wanita ini seorang ibu/bunda. Jika tidak karenamu, bunda tak
pernah merasakan rasanya nahan pup seharian dan leganya ketika berhasil melepasnya.









Luar biasa.(y)👍
BalasHapusWonder Mom 👍
BalasHapusMasih sempat motret ya...untungnya si pup nggak keluar duluan...
BalasHapus