Jumat, 03 Agustus 2018

Have a leisure time?

Pernah terbayang ketika anak mulai masuk sekolah apa yang hendak kita lakukan? Di rumah saja dengan urusan domestik yang tak ada habisnya? Atau buka hp, scroll down medsos, atau nonton tv alih alih me time. Nah ini pertanyaan mendasar bagi ibu yang memilih bekerja di ranah domestik. Apakah akan mengalir saja atau merencanakan kegiatan produktif. Sebenarnya banyak ilmu yang bisa dipelajari untuk mengisi waktu luang ketika di rumah.


Ini sebenarnya NHW1 di Institut Ibu Profesional #MIIPB6. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu. Saya memilih belajar bahasa inggris dan ilmu parenting untuk mengisi waktu di rumah. Alasannya adalah bahasa inggris saat ini menjadi bahasa kedua di dunia. Bisa saja ketika anak saya remaja bahasa inggris bisa jadi bahasa sehari-hari. Bahasa inggris juga penting ketika hendak menjadi influencer di media social (pengen jadi blogger kek Mb Amma).
Untuk ilmu parenting, saya memilih karena merasa minim sekali di per-parentingan. Semisal bagaimana untuk menstimulus anak di usia tiga tahun atau bagaimana mengajarkan tauhid. Harapannya anak saya menjadi lebih baik dari saya, lebih paham hakikat penciptaan dirinya oleh sang Khalik, lebih paham makna khalifah fil ardh. Karena sejatinya sebaik-baik menanam benih ada di tujuh tahun pertama kehidupannya.
Untuk dua hal yang ingin saya pelajari di atas saya merencanakan strategi tersendiri.
1.       Ilmu bahasa inggris.
Meluangkan waktu 30 menit setelah subuh untuk belajar grammar.
Menambah kosakata bahasa inggris minimal 5 kata per hari.
Menonton channel TED untuk belajar listening seminggu sekali (kalau                    keseringan bisa bahaya)
Talk to the mirror, belajar conversation di cermin seminggu sekali.
2.       Ilmu parenting.
Bersungguh-sungguh ikut matrikulasi di Institut Ibu Profesional.
Membaca buku parenting nabawiyah karya Abdullah Nashih Ulwan (masih            dalam daftar untuk di beli).
Menamatkan buku Enlightening Parenting.
Mengikuti kulwap atau seminar online berkaitan dengan parenting.
3.  Tetapkan jadwal harian tiap pagi. Minimal 3 urusan domestik yang harus                            diselesaikan dan 3 hal yang membuat bahagia.

Setelah menetapkan strategi yang tak kalah pentingnya disiplin waktu. Inilah sikap yang harus saya perbaiki karena saya menyadari dalam hal waktu saya sering terlena (scroll down medsos dari setelah subuh sampai jam 7 giliran suami mau datang langsung kedandapan).
Semoga dengan adanya NHW1 ini saya benar-benar konsisten dengan apa yang saya rencanakan.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Cerita si Bunda Kupu-Kupu

Cerita si Bunda Kupu-Kupu

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

3 Cara Jitu Memperbaiki Hubungan dengan Pasangan

Duh, pernikahan baru seumur jagung saja sudah banyak ributnya.   Tidak ingatkah kita saat mengucap ijab qabul sampai menangis haru kar...